>
you're reading...
Uncategorized

Apoteker vs PSA, masalah klasik..


From Friendster Blog : 07/04/2008

 

Selama ini, yg namanya Apoteker kadang selalu berseberangan dengan kepentingan PSA (Pemilik Sarana Apotek) terutama PSA yg mementingkan sisi bisnis saja & kurang mengutamakan tanggung jawab profesi. Perhatian yg diberikan PSA thdp APA saya rasakan memang agak kurang, sebatas hanya kewajiban. Memang kenyataan kadang tidak sesuai dengan apa yg kita dapat dengan materi pendidikan dulu.

Hal seperti ini terutama terjadi di daerah yg infrastruktur & SDMnya kurang memadai seperti di Indonesia Timur. Saya akui, Apoteker memang tdk secara langsung memberikan keuntungan finansial kepada PSA; berbeda halnya dgn rekan sejawat medik & paramedik lainnya. Tp, inilah yg namanya sistem; sistem dibuat dengan maksud baik, agar tidak salah kaprah.

Karena itu, saya pernah berpikir, apa tdk sebaiknya nama PSA dihapuskan aja dlm SIA (Surat Ijin Apotek); sehingga yg ada cuman nama APA (Apoteker Pengelola Apotek). Sehingga tanggung jawab profesi masih bisa terlihat jelas, walaupun kita tdk bisa mengabaikan faktor benefit supaya jgn kolaps.  Bila SIA hanya tertulis nama APA saja, maka PSA dgn sendirinya tdk menganggap APA cmn beban tetapi kebutuhan mereka.

Kita menyadari, menara gading kefarmasian adlh bidang inventory, riset & formulasi, atau lebih mengarah ke industrial. Arah menuju komunitas & klinik masih terlalu berat berhubung geografi & demografi suatu wilayah. Jadi harapan kami yg di daerah adalah gebrakan dari wilayah yg lebih maju, baik soal percontohan maupun pembaharuan peraturan. Saya pikir UU Kefarmasian perlu segera digagas & disahkan yg memberikan kewenangan sepenuhnya kepada Pharmacist (bhs mereka skrg..he3X, saya lbh suka disebut Apoteker).

Atau, kebanyakan dunia kefarmasian sekarang lbh diminati perempuan, shg greget organisasi profesi ini kurang. Hampir tdk bertaji. Bukannya saya mempermasalahkan gender, cmn batasan kodrati & budaya timur patrialisme secara kenyataan kadang2 menghambat.

About nikorusmedi

Apoteker, PNS, realistis, simpel tapi juga bisa amat ribet, pragmatis, penuh pengharapan (karena pengharapan suatu saat nanti semua keluarga dan orang yang aku kenal dapat berkumpul dalam kerajaan Sorga :) , dsbnya (udah aja deh daripada mulai ribet :p).

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

NIKO RUSMEDI

BUSSINESS LINK :

Cutieline-shop

Archives (Arsip)

Blog Stats (Jumlah Pengunjung)

  • 49,596 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers

%d bloggers like this: