>
you're reading...
Uncategorized

Beberapa Perekat Kuat Hubungan Antar Manusia


Kehidupan sosial budaya yang dijalani manusia ternyata memiliki beberapa perekat kuat yang dapat menghasilkan rasa senasib sepenanggungan dengan manusia lainnya, namun dalam beberapa kasus karena begitu rekatnya justru malah dapat menimbulkan konflik dengan manusia lainnya.

Apabila diurutkan dari perekat yang terkuat dari maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Cinta/kasih.
    Cinta atau kasih (Inggris : love) ini pada umumnya diklasifikasikan dalam banyak model; ada cinta sejati, cinta monyet, cinta platonis, cinta semu, cinta diri sendiri, cinta karena hubungan sedarah (kekerabatan), cinta diri sendiri (narsisisme), cinta storge, cinta eros, cinta agape, cinta philia, dan yang baru – baru ini tenar adalah cinta satu malam😀🙂
    Beberapa dari kita pernah atau sedang menjalani model – model cinta di atas dalam kadar yang berbeda – beda dalam setiap pribadi.

    Sedangkan definisi cinta memang sulit dituliskan, karena kebanyakan cinta hanya bisa diapresiasikan dan diekspresikan saja. Ada banyak definisi cinta mulai dari perspektif melankolis, agamis/filosofis, ilmiah/logis, dan sebagainya. Definisi akan cinta bisa saja berbeda pada tiap pribadi, sesuai dengan proses pembentukan pemahaman, lingkungan, dan pengalaman masing – masing.
    Secara melankolis, cinta mendapat definisi seperti dikatakannya orang pada umumnya “cinta itu buta, juga tuli” dan sebagainya.
    Secara agamis/filosofis, cinta mendapat definisi sebagai cinta itu panjang sabar,  setia, rela berkorban, tidak cemburu dan sebagainya.
    Secara ilmiah/logis, cinta didefinisikan sebagai “reaksi biokimiawi (hormonal) yang terjadi antar individu setelah mendapat perintah dari otak yang telah menerima kesamaan persepsi cinta dari individu lainnya (tarik – menarik) dan definisi cinta seperti ini pada umumnya dipicu karena kedekatan genetik (keluarga/kekerabatan), serta dipicu juga oleh keinginan prokreasi atau rekreasi (lebih ke eros kayanya ini)”.

    Dari semua ulasan di atas, tampaknya layak cinta didaulat sebagai perekat nomor satu hubungan antar manusia.

  2. Kepentingan.
    Mungkin anda sering mendengar pameo “Tidak ada musuh yang abadi, tetapi yang ada adalah kepentingan yang abadi”.Ada berbagai macam kepentingan, namun kepentingan ekonomi dan kepentingan ideologi (termasuk politik dan kenegaraan) yang sama (menurut saya) merupakan ranking nomor dua perekat kuat hubungan antar manusia. Dengan alasan ekonomi dan ideologi, akan muncul rasa senasib sepenanggungan yang kuat pada banyak populasi; namun ada banyak individu yang juga sanggup meniadakan manusia lainnya apabila tidak memiliki kesamaan kepentingan (meskipun sama agama ataupun suku/ras/etnisnya).
  3. Agama
    Agama merupakan peringkat ketiga perekat kuat hubungan antar manusia, maklum beberapa agama (terutama agama samawi) memang memberikan pilihan hasil akhir berupa sorga atau neraka, yang menimbulkan rasa senasib sepenanggungan antar individu untuk meraih hasil akhir terbaik (happy ending) bagi dirinya dan sesamanya. Semangat ini begitu kuatnya sehingga masing – masing berlomba untuk mempromosikan jalan paling benar menurut versinya sendiri, yang akibatnya bisa menimbulkan gesekan antar kelompok agama.Apabila ditafsirkan secara benar, agama akan menghasilkan nilai – nilai positif, namun bila ditafsirkan sepotong – sepotong bisa menghasilkan fanatisme berlebihan, fundamentalis negatif, dan ekstrimisme.
  4. Suku/Ras/Etnis.
    Kesamaan suku/ras merupakan peringkat nomor empat perekat kuat hubungan antar manusia yang sangat dominan dipengaruhi faktor etnografis, demografis, dan geografis.
    Sudah jamak terdengar konflik antar suku/ras yang mungkin dipicu oleh konflik kepentingan atau perasaan superior berlebihan.

Apabila tidak dikelola dengan baik, maka :

Kesamaan kepentingan + kesamaan agama + kesamaan suku/ras  =  lahirnya fanatisme berlebihan, chauvinisme, genosida, rasisme, invasi, fundamentalis negatif, imperialisme, fasisme, terorisme, ekstrimisme, totalitarian, dan sebagainya.

Maka perlu cinta/kasih tidak boleh ditinggalkan dalam setiap perekat lainnya agar lebih seimbang.

Kesamaan kepentingan + kesamaan agama + kesamaan suku/ras + cinta/kasih  =  netral (mudah – mudahan demikian🙂 ).

About nikorusmedi

Apoteker, PNS, realistis, simpel tapi juga bisa amat ribet, pragmatis, penuh pengharapan (karena pengharapan suatu saat nanti semua keluarga dan orang yang aku kenal dapat berkumpul dalam kerajaan Sorga :) , dsbnya (udah aja deh daripada mulai ribet :p).

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

NIKO RUSMEDI

BUSSINESS LINK :

Cutieline-shop

Archives (Arsip)

Blog Stats (Jumlah Pengunjung)

  • 49,596 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers

%d bloggers like this: