>
you're reading...
Uncategorized

Dunia dalam satu pemerintahan, impian para manusia imbisil rakus yang selalu gagal !


 

[Maaf apabila ide dari tulisan ini ada yang melompat-lompat, karena saya tidak bisa terang-terangan memberikan contoh apa, siapa, mengapa, dan bagaimana, kecuali sudah bagian dari sejarah; semoga pembaca dapat mengambil intisari, alur pemikiran, dan maknanya. Pemikiran ini tidak berdasarkan atas paranoia atau phobia terhadap hal tertentu, hanya untuk mengasah pemikiran kita bersama saja, belajar analisis data]

 

Menyatukan dunia dalam satu pemerintahan politik dan keyakinan adalah impian beberapa orang atau kelompok, namun anehnya selalu gagal, kebanyakan runtuh hanya dalam hitungan tahun dan beberapa ada bertahan sampai beberapa abad.

 

Akar penyebabnya mungkin adalah tiga ambisi utama manusia yaitu kejayaan (kemasyhuran), kekuasaan, dan kekayaan.

Mengapa manusia berusaha mempertahankan atau mengejar tiga ambisi utama manusia yaitu kekuasaan, kejayaan, dan kekayaan dapat disebabkan faktor – faktor sebagai berikut :

  1. Pengidap penyakit gangguan mental tertentu seperti megalomania, lebih ke arah supremasi pribadi.
  2. Kekecewaan, dikhianati, tersakiti, penghinaan, posisi sebagai korban, dendam, penindasan, dan penderitaan adalah motivator paling kuat manusia untuk mengejar ambisi utama tersebut, yang bisa saja menjadi berbahaya bila salah jalan.
  3. Everybody needs to be a hero. Ya, ini pun psikologi sederhana dan tidak salah. Demi kejayaan (baca : penghormatan), kebanyakan manusia ingin tampak berguna dan menjadi pahlawan bagi dirinya dan kelompoknya.
  4. Persaingan (secara sehat maupun tidak sehat) untuk menjadi yang lebih terkemuka.
  5. Kenyamanan hidup, adalah dambaan banyak orang.
  6. Pembuktian diri, ya..banyak orang ingin pencapaiannya, kapasitas, kemampuan, dan nilai – nilai positifnya dalam dirinya diakui.
  7. Keinginan menguasai manusia lainnya.
  8. Ada kemungkinan merasa mendapat mandat yang harus dilaksanakan, entah benar atau cuma delusi. Mandat ini bisa saja diakui berasal dari Tuhan, dewa, setan, arwah gentayangan, mahluk asing, masyarakat, rajanya, atau nenek moyangnya.
  9. …. (silahkan anda tambahkan sendiri lewat komentar, saya sudah kehabisan contoh🙂 )

 

[Kata ‘ambisi’ sering dikaitkan dengan sesuatu yang sifatnya buruk, padahal tidak selalu demikian. Oleh karena itu beberapa mungkin menganggap bahwa pencapaiannya atas kejayaan, kekuasaan, dan kekayaan (atau salah satu darinya) datang dengan sendirinya kepada dirinya, datang karena dipercayakan kepadanya, bukan karena ambisinya. Tapi hal ini dapat diperdebatkan oleh kalangan yang tidak percaya sesuatu yang datang dengan instan, pencapaian pasti lewat usaha, entah kecil atau besar usahanya. Self-defence mechanism adalah hal yang wajar dan alamiah terjadi pada manusia, yang terjadi mulai dari otaknya sampai kepada sel darah putihnya (leukosit). Pengecualian mungkin terjadi pada kalangan yang sudah tidak ada ketertarikan lagi terhadap hal duniawi, yang dipengaruhi dari beberapa ideologi dan doktrin dari keyakinan/agama yang mempercayai adanya kehidupan setelah kematian atau yang mempercayai kesempurnaan kehidupan diperoleh dengan mengosongkan diri.]

 

 

 

Hampir dapat dipastikan kebanyakan manusia memiliki ambisi pada kejayaan, kekuasaan, dan kekayaan tersebut (terbukti dengan larisnya para motivator), namun skala/level dan kombinasinya saja bisa berbeda. Ada yang cuma memimpikan kekayaan, namun tidak menginginkan kekuasaan dan kejayaan. Ada yang menginginkan kejayaan dan kekayaan, namun tidak menginginkan kekuasaan.  Ada yang cukup puas berjaya dan berkuasa di tingkat desa, ada yang ingin di tingkat negara, atau dunia.

 

Tanpa terkombinasi pun, impian terhadap salah satu dari tiga ambisi manusia tersebut dapat membahayakan apabila ditempuh dengan jalan yang salah.

Namun dapat dipastikan kombinasi tiga ambisi utama manusia tersebut berbahaya bagi dunia bila terjadi dalam skala global. Mengapa?

Karena, orang atau kelompok yang mengejar kejayaan, kekuasaan, dan kekayaan dalam skala global akan menggunakan ideologi, doktrin atau paham yang menurut pandangannya adalah lebih baik dan benar untuk mencapai tujuannya. Ideologi ini adalah penyatuan kumpulan gagasan, cara berpikir dan bertindak yang dianut, atau visi yang pada intinya dibentuk budaya, keyakinan (atau agama), dan pengalaman sejarah yang menghasilkan kongsi dagang, negara, partai, organisasi, dan sebagainya.

 

Ideologi dan doktrin yang dibentuk dengan cita – cita baik dan luhur menurut seseorang atau kelompok, pun pasti akan mendapat tentangan dari penganut ideologi dan doktrin lainnya atau lebih enak disebut kecurigaan antar ideologi dan doktrin. Apalagi bila ideologinya dibentuk dari pemikiran karena kepentingan politik dan ekonomi, supremasi keyakinan, supremasi suku/bangsa/golongan, atau supremasi kebudayaan. Perasaan supremasi terhadap ideologi dan doktrinnya ini cenderung menyebabkan pemaksaan ideologi dan doktrin terhadap penganut ideologi lainnya (secara terang-terangan atau terselubung, cara halus atau kasar), yang menghasilkan perang psikologis, perang urat syaraf, perang media/propaganda, play as victim (bermain psikologi sebagai korban, dalam usaha mengejar pencitraan atau pembenaran tindakan), adu teori konspirasi, penciptaan musuh bersama, yang umumnya berakhir dengan perang fisik.

 

Di dunia yang rapuh dan tidak abadi ini, seperti mempertahankan telur agar tidak pecah. Di semua skala selalu ada pertentangan ideologi dan doktrin, baik itu di skala desa, kecamatan, kota, negara, dan dunia (global) ada kerapuhan tatanan sosial. Sikap skeptis dan pesimis mulai muncul di sini, (kelompok) manusia yang mengejar atau mempertahankan kejayaan, kekuasaan, dan kekayaan dalam skala dunia (global) ini akan menggunakan mesin ideologi dan doktrinnya untuk mencapai tujuannya, seringkali berakhir dengan penumpahan darah. Pertanyaan yang susah ditemukan jawabannya, mengapa harus berperang dan menumpahkan darah untuk mempertahankan ideologi dan doktrin, sedangkan kejayaan, kekuasaan, dan kekayaan yang dihasilkan dari ideologi dan doktrin bersifat rapuh.

 

Berpuluh abad sejarah menunjukkan, ideologi dan doktrin bersifat dinamis dan selalu ada muncul yang baru, yang tidak sedikit selalu disertai dengan konflik, mengapa manusia masih mau saling menghancurkan hanya karena mempertahankan ideologi dan doktrin, mengapa ada yang tidak mau bersama – sama belajar dari sejarah, mengapa orang pandai dan pintar masih saja menggunakan ideologi dan doktrin untuk membodohi masyarakatnya demi tujuan dan impian imbisil di dalam otaknya bahwa dunia perlu dipimpin dalam satu pemerintahan?

 

[Skala/level dari tujuan pencapaian tiga ambisi utama manusia manusia dimulai dari skala kecil sampai besar/global. Dalam kasus ini, skala kecil adalah mungkin adalah skala rata-rata manusia lainnya, pada skala kecil, ambisi ini akan dianggap sebagai kewajaran oleh manusia lain, walau tidak dapat disangkal tetap ada yang menganggapnya sebagai ancaman. Pada skala global, usaha pencapaian ambisi seperti ini pasti akan di anggap ancaman bagi yang tidak se-ideologi, menjadi ancaman bagi beberapa peradaban lainnya.]

 

Fame, Power, and Money

 

Mari kita simak lagi beberapa sejarah besar tentang cita – cita manusia yang ingin menyatukan dunia dalam satu pemerintahan.

 

Nimrod (atau ada yang menyebutnya Namrud), dikenal sebagai cicit dari Nuh ini adalah seorang raja yang bercita – cita menyatukan dunia dalam satu pemerintahan politik dan keyakinan pada ribuan tahun sebelum Masehi. Hal tersebut masih dimungkinkan mengingat populasi belum terlalu banyak setelah dilanda banjir besar di jaman Nuh, manusia masih satu bahasa dan belum tersebar jauh, serta pada waktu itu manusia rata-rata berumur panjang. Nimrod banyak sekali melakukan kekejian termasuk ritual pengorbanan anak dengan cara dibakar dan menikahi ibu kandungnya. (tapi harus diingat, incest adalah fenomena umum yang terjadi pada masa awal populasi manusia)

 

Wilayah pemerintahannya yang luas memerlukan suatu simbol untuk menyatukan dunia yaitu menara Babel sebagai lambang kejayaan, kekuasaan, dan kekayaan Nimrod. Namun apa dikata, pembangunan menara Babel tersebut gagal ditengah jalan karena terjadi pertentangan besar. Menurut sumber terpercaya, pertentangan besar tersebut terjadi karena kekacauan bahasa disebabkan campur tangan Dia Yang Esa, sehingga beberapa kelompok besar yang sama bahasanya pergi meninggalkan pembangunan menara Babel untuk mengembara ke seluruh dunia. Maka gagal lah rencana Nimrod menyatukan dunia dalam satu pemerintahan, integrasi keturunan sedarah ternyata tidak berhasil di sini, terlebih setelah kematiannya.

 

Tower of Babel

 

Setelah itu, usaha manusia untuk menguasai dunia dalam satu pemerintahan berlanjut, beberapa yang terkenal adalah Darius I dari PersiaAleksander yang Agung dari Makedonia, Julius Caesar dari Kekaisaran Romawi, Jenghis Khan dari Kekaisaran Mongolia dan masih banyak lagi, tampaknya selalu gagal, luas wilayahnya selalu menyusut beberapa tahun atau beberapa abad setelah sang megalomania-megalomania imbisil itu mati. (anda bisa baca sendiri sejarah mereka).

 

Di pertengahan abad 20 Masehi, Adolf Hitler dari Jerman dan Kaisar Hirohito dari Jepang adalah konspirator Perang Dunia 2 yang ingin menguasai dunia, mereka menyadari menguasai dunia tidak bisa hanya ditangan satu orang, namun harus membentuk aliansi dan berbagi kekuasaan. Fasisme adalah ideologi yang digunakan sebagai mesin pencapai tujuan, berakar dari impian supremasi ras, supremasi kebudayaan, dan supremasi ideologinya yang dianggap unggul oleh para megalomania ini, merasa berhak untuk menguasai dan membentuk tatanan dunia, merasa perlu untuk menjadi pahlawan yang memajukan dunia. Tapi apa dikata, usaha ekspansi wilayah mereka gagal hanya dalam hitungan tahun setelah kalah perang melawan sekutu dan Rusia.

 

Hitler Joke

 

Pembaca mungkin bisa mengambil kesimpulan sendiri, ideologi dan doktrin yang dibentuk dari supremasi pribadi (megalomania), supremasi ras, supremasi kebudayaan, supremasi pemikiran, supremasi kebangsaan, supremasi kelompok/aliansi, supremasi agama/keyakinan, semuanya gagal menyatukan dunia dalam satu pemerintahan apabila kampanye penyebarannya ditempuh melalui jalan kekerasan.

 

Tapi impian ini tidak akan pernah berhenti, karena tatanan-tatanan dunia ini sejak lama sudah dibentuk dari pertentangan (yang sampai saat ini saya tidak mengerti mengapa harus terjadi pertentangan/friksi-friksi ini), benturan antar ideologi dan doktrin yang berkarakter dekstruktif, benturan antar peradaban, yang akan selalu terjadi entah sampai kapan. Semua itu dipastikan dipicu karena tiga ambisi utama manusia terhadap kejayaan, kekuasaan, dan kekayaan yang mungkin sudah menjadi naluri dasar manusia yang sudah terkode dalam DNA-nya untuk diturunkan terus-menerus ke generasi selanjutnya.

 

War of Ages

 

Pertanyaan mungkin muncul? Di masa depan mungkin kah akan ada lagi usaha penyatuan dunia dalam satu pemerintahan politik dan keyakinan?

Jawaban yang rasional mengatakan pasti akan terjadi lagi karena dukungan teknologi, juga disebabkan ukuran kepuasan atas pencapaian bagi beberapa manusia memang di atas standar rata-rata manusia lainnya.

 

Mungkin tidak lewat usaha tunggal satu orang atau beberapa manusia lagi, tapi lewat aliansi antar negara atau aliansi antar korporasi raksasa. Gejalanya mula kelihatan dari penyatuan mata uang, penggunaan uang maya untuk transaksi online (dimulai seperti Paypal contohnya), pembentukan perserikatan bangsa – bangsa, pembentukan pakta-pakta pertahanan, tidak ada lagi sekat antar negara lewat yang namanya internet, ke depannya tinggal pasang biochip saja dan..sim salabim..posisi dan data kependudukan semua manusia terhubung lewat internet dan software (seperti pernah saya tulis dulu di arsip) dan bisa dideteksi satelit. Mungkinkah akan berhasil dan bertahan abadi ide penyatuan ini? Let’s wait and see.

 

Terlihat ide yang sangat baik, membawa kemudahan, kemajuan peradaban, dan kemungkinan perdamaian abadi, serta sangat humanis bukan? Tapi kok selalu gagal, apakah Tuhan tidak berkenan dengan kesatuan pemerintahan dan keyakinan umat manusia (homogenisasi), atau lebih senang melihat pluralisme di bumi, atau hanya karena dinamisnya pemikiran manusia yang tidak mungkin dihomogenisasikan pemikirannya, apakah homogenisasi dengan pemusatan pada kekuatan manusia adalah bagian dari rencana iblis? Semua kalangan punya tafsirnya masing-masing.

 

Jawaban akan terjadi lainnya adalah berdasarkan catatan – catatan eskatologis atau nubuatan dari beberapa keyakinan, yang percaya akan adanya pemerintahan tunggal di akhir jaman, ditambah lagi perintah untuk menjadikan bangsa-bangsa dalam satu keyakinan. Keyakinan adalah hak masing – masing, tapi hal ini dapat berbahaya apabila akhirnya menjadi salah satu legalisasi jalan kekerasan untuk pencapaian tujuan pemerintahan tunggal, kampanyekan saja lewat jalan yang positif.

 

Lalu apa yang harus kita lakukan, berpartisipasi dalam impian pemerintahan tunggal atau hanya menunggu dan melihat (wait and see) sejarah masa depan bergulir? Untuk kasus ini, saya lebih memilih wait & see saja saat ini, tapi kita tidak tahu ke depannya, mungkin mau tidak mau pasti terseret, apalagi apabila masuknya lewat teknologi. Bagi yang ingin berpartisipasi, mereka harus sadar benturan antar ideologi dan doktrin pasti terjadi, benturan antar peradaban pasti terjadi, dan saya hanya berdoa agar para pemburu kekuasaan dunia itu tidak menjadi manusia imbisil rakus🙂 .

 

[Catatan.

Pemerintahan tunggal satu dunia ini mengacu kepada pemerintahan tunggal di planet bumi.

Supremasi yang dimaksud adalah pandangan tentang superioritas atau pandangan tentang siapa yang lebih unggul]

 

 

 

“Sebuah ideologi dan doktrin dapat saja punah dan hanya menjadi catatan sejarah, atau masih bertahan di pemikiran beberapa populasi manusia, namun sejarah juga mencatat bahwa tidak ada satu pun ideologi dan doktrin yang berhasil mendominasi pemikiran dan peradaban seluruh umat manusia, dan meskipun dia berhasil, tapi tidak akan bertahan lama dan tidak abadi, disebabkan karena pemikiran manusia bersifat dinamis dan banyak variabel-variabel yang tidak terduga dan tidak terkontrol yang ada dalam kehidupan.”

 

 

“Ideologi dan doktrin yang anda pandang paling baik dan benar, yang menurut anda sudah teruji dan terbukti nilai gunanya pun, belum tentu cocok bagi pemikiran dan jiwa manusia lainnya. Oleh karena itu perbedaan harus disyukuri dan jalan menuju kebenaran tertinggi hanyalah semata-mata anugerah dan kasih karunia, perbedaan seharusnya bukan ancaman apabila tidak ada pihak yang menjalankan kekerasan dan cara-cara kotor dalam pencapaian tujuannya.”

 

 

“Kejayaan, kekuasaan, dan kekayaan adalah tiga ambisi utama manusia yang telah terkode dalam DNA-nya, yang membedakannya hanya variasi kombinasi diantara ketiganya dan skala/level tujuan yang ingin dicapai.”

 

 

“Di masa sekarang, dunia di dalam satu pemerintahan hanya mungkin terwujud usai terjadinya kehancuran akibat perang dunia dengan skala lebih luas/global, bencana alam global yang menghancurkan, atau serbuan mahluk asing (alien). Namun pasti tidak akan abadi, karena dunia ini hanya sementara.”

 

 

Pinky and The Brain

 

 

 

About nikorusmedi

Apoteker, PNS, realistis, simpel tapi juga bisa amat ribet, pragmatis, penuh pengharapan (karena pengharapan suatu saat nanti semua keluarga dan orang yang aku kenal dapat berkumpul dalam kerajaan Sorga :) , dsbnya (udah aja deh daripada mulai ribet :p).

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

NIKO RUSMEDI

BUSSINESS LINK :

Cutieline-shop

Archives (Arsip)

Blog Stats (Jumlah Pengunjung)

  • 49,596 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers

%d bloggers like this: